
Kemacetan total yang
terjadi di sepanjang jl. Raya Palembang-Prabumulih pada Kamis (22/12) pagi
membuat rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Badia Perizade MBA beserta para
jajarannya menggunakan alat transportasi alternatif Kereta Api menuju kampus
Indralaya. Hal ini dilakukan untuk efisiensi waktu karena beliau akan
menghadiri wisuda ke-101 Universitas Sriwijaya di kampus
Indralaya.
Saat diwawancarai, beliau menuturkan bahwa hal ini telah dikoordinasikan dengan
pihak dishub agar dapat mengangkut seluruh penumpang yang terjebak macet menuju
indralaya.
“Tadi pagi saya mendapat info bahwa jalan menuju indralaya macet total
karena adanya truk batubara yang terbalik. Untuk itu saya meminta ibu Dewi
(salah satu staf unsri.red) untuk berkoordinasi dengan Dishub agar menyediakan
kereta tambahan menuju kampus indralaya, supaya dapat mengangkut para
mahasiswa, serta para jajaran Unsri dan wisudawan yang akan menghadiri acara
wisuda ke-101 Universitas Sriwijaya.” Tutur beliau.
Dishub Kota Palembang, Bapak Nilwan menjelaskan bahwa jumlah gerbong yang
diberangakatkan menuju indralaya telah ditambah sebanyak 8 buah, sehingga
seluruhnya berjumlah 10 gerbong.
“Kami telah mempersiapkan 10 gerbong pada hari ini, lebih banyak 8 gerbong
dari pada hari-hari biasa. Gerbong tersebut terdiri dari 7 gerbong Bisnis, 1
Ekonomi, dan 2 Seruni.”
Ada hal yang menarik didalam kereta yang diberangkatkan dari stasiun Kertapati
pada pukul 9.45 wib tersebut. Saat wartawan Gelora
Sriwijaya berkesempatan berbincang dengan ibu rektor selama
perjalanan menuju kampus Indralaya, beliau mengungkapkan bahwa ini adalah
perjalanan pertamanya menuju kampus dengan menggunakan kereta.
“Wah, ini pengalaman pertama saya naik kereta api menuju kampus. Dan saya
juga mau dong menikmati angin sepoi-sepoi dari dalam kereta.” Tutur beliau
sambil bercanda bersama wartawan GS.
Perjalanan selama 30 menit tersebut juga sempat dimanfaatkan oleh salah
seorang dosen FKIP Biologi, Ibu Tasmania Puspita untuk berpantun kepada rektor
dan jajarannya.
“22 Desember hari ibu, naik kereta ke Indralaya. Jika Unsri ingin maju,
Kereta langsung ke kampus kita.” Begitulah isinya.
Spontan ibu Badia beserta para penumpang lainnya memberikan tepuk tangan
meriah setelah Ibu Tasmania membacakan pantunnya.
Ketika disinggung soal jadwal dimulainya acara wisuda yang tertunda akibat
macet, Ibu Badia menjelaskan bahwa wisuda akan tetap dilaksanakan dan akan
dimulai ketika beliau tiba di kampus nanti.
Kereta tersebut tiba di stasiun Indralaya pada pukul 10.15 wib dan Rektor
beserta para jajarannya langsung menuju auditorium Unsri untuk memulai acara
wisuda.(hdi)
Berikut beberapa foto ketika Rektor Unsri berada di stasiun dan di dalam
kereta,diambil oleh Kurniahadi.



sumber: LPM GS Unsri
Tag :
Kampus
0 Komentar untuk "Rektor Unsri:"Ini Pertama Kali Saya Naik Kereta Mahasiswa""
Silahkan Berkomentar.
Jangan Lupa untuk Follow Twitter kami @gsriwijaya.
Yang follow silahkan mention,akan kami follow balik.Terima kasih